Nouval menceritakan bahwa pada awalnya,
timnya tidak memiliki banyak ambisi untuk memenangkan kompetisi LO tersebut. Ia
mengaku bahwa dirinya terpilih mengikuti kompetisi karena kebetulan timnya
kekurangan anggota delegasi. “Untuk persiapan, paling ada agenda ngetim
rutin seperti pada umumnya. Terus minta saran dan masukan dari orang yang
pernah ikut lomba penting banget juga, sama konsul ke dosen,” ujarnya
dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (28/03). Menurut Nouval, tantangan terbesar yang dialaminya selama mengikuti
perlombaan adalah mempertahankan konsistensi saat bekerja dalam kelompok.
“Kalau tantangan atau kendala itu banyak dan tiap orang pasti beda-beda, cuma
menurutku yang semua orang pasti alami itu bagaimana kita melawan semangat kita
yang naik turun, jadi harus konsisten untuk semangat sampai akhir perlombaan,”
imbuhnya.
Dalam menanggapi prestasi yang berhasil ia raih, Nouval menyatakan bahwa
dirinya senang dan bersyukur, tetapi ia beranggapan bahwa
kemenangan ini tidak menjadi alasan untuk puas berlebihan namun cukup dijadikan
sebagai semangat untuk meraih prestasi lagi. “Tentunya ini kan kerja
sama tim ditambah doa, saran, serta masukan dari orang-orang di sekitar kita. Namun, nggak perlu terlalu euforia juga, senang secukupnya dan
harapannya bisa meraih juara lain di kegiatan lainnya,” pesan Nouval.
Penulis: Vanya Jasmine
Editor: Adri Siregar