gemakeadilan.com –
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis bersama Kelompok Sadar
Wisata Sitaring oleh Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN Undip) mengadakan
Sitaring Festival pada Sabtu (20/8) di Dusun Puwono, Desa Kemambang, Kabupaten
Semarang. Festival ini diadakan sebagai bagian rangkaian acara peringatan Hari
Kemerdekaan RI sekaligus peresmian Sitaring View. Terdapat beberapa agenda
dalam Sitaring Festival yakni pemotongan tumpeng, festival obor, penampilan
gamelan anak, Tari Soreng, hingga Tari Jantilan. Persiapan Festival tersebut dilaksanakan
selama kurang lebih 3 minggu, terhitung dari penyusunan konsep hingga
perancangan teknis acara. “Persiapannya kita mulai 3 minggu-an, mulai konsep hingga perancangan
acaranya gimana. Di sini acaranya ada
beberapa rangkaian, tadi pagi juga ada bazar sebelum acara ini,” jelas Muhammad
Hiban, salah satu perwakilan KKN Undip yang tergabung dalam panitia Sitaring
Festival.
Hiban menjelaskan
bahwa alas an tim KKN-nya memilih Desa Kemambang ialah karena desa ini
merupakan desa binaan dari BEM FEB sehingga akan memudahkan proses kolaborasi.
Tidak hanya itu, masyarakat Desa Kemambang memiliki potensi yang sangat besar,
mulai dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga budaya. Salah satu peserta
yakni Hamdan, mengaku dirinya sangat tertarik dan bersemangat mengikuti
Sitaring Festival. Festival ini mengajarkan dirinya bagaimana cara membuat
suatu rangkaian acara yang baik dalam rangka mengabdi di masyarakat. Selain
itu, adanya Sitaring Festival juga menambah relasi dan pengalaman. “Pengen merasakan bagaimana pengabdian di
desa. Kita juga pengen tahu gimana
cara bikin acara yang baik itu, apalagi ini tidak dipungut biaya alias gratis
untuk peserta yang ingin join,”
lanjutnya.
BEM FEB dan Tim KKN
Undip berharap agar kedepannya Desa Kemambang menjadi desa wisata yang berkembang
dan memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Tak hanya itu, mereka juga
berharap Desa Kemambang lebih dikenal masyarakat luas dan senantiasa
mempertahankan budayanya. “Dikarenakan sudah turun keterangan desa ini adalah
desa wisata, maka saya berharap lebih dipertahankan saja potensi-potensi dari
Desa Kemambang ini.” tutup Hamdan.
Penulis: Nilam Helga
dan Muhammad Galuh
Editor: Adri Siregar