img-post

gemakeadilan.com – Bidang Advokesma BEM FH Undip menggelar Forum Kesejahteraan Mahasiswa (FORKESMA) 1.0 secara daring melalui platform Microsoft Teams pada Jumat (27/05). Forum ini dilaksanakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan aspirasi guna mencari penyelesaian permasalahan dari isu-isu yang sekiranya menimbulkan keresahan bagi mahasiswa FH Undip. Forum dihadiri oleh Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) bidang kerohanian, Pelayanan Rohani Mahasiswa Kristen (PRMK) dan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Senat Mahasiswa, Mahasiswa IUP (Undergraduate International Program), Komisi Ahli Advokesma, Ketua Bidang Advokesma, beserta mahasiswa FH Undip. FORKESMA 1.0 membawa tiga permasalahan pokok, yakni hak mahasiswa IUP, kerohanian dan keperpustakaan, serta bimbingan konseling. Forum diawali dengan sesi informatif dengan topik “Mekanisme Pengajuan Keringanan UKT secara Online”, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi secara sistematis sesuai isu pokok yang telah ditentukan.

 

Berdasarkan pendapat salah satu mahasiswa IUP FH Undip, permasalahan fundamental yang timbul mengenai hak mahasiswa IUP yaitu jumlah UKT yang dibayarkan dengan fasilitas yang diberikan dirasa tidak sesuai. Selain itu, timbul isu lain seperti permasalahan international exposure, program exchange yang tidak memiliki kejelasan, kurikulum yang masih cenderung sama dengan mahasiswa reguler, kurangnya tenaga kerja dosen, hingga kepiawaian dosen dalam berbahasa Inggris yang masih dipertanyakan. “Menurut saya, sampai saat ini IUP belum siap berdiri sebagai sebuah program” ujar Ghiffary, salah satu mahasiswa IUP FH Undip menanggapi permasalahan mengenai IUP yang terjadi di FH UNDIP.

 

Diskusi dilanjutkan dengan membahas permasalahan yang timbul dalam lingkar kerohanian yaitu belum tersedianya tempat ibadah bagi PRMK dan PMK sebagai organisasi kerohanian FH Undip. Sergio, perwakilan UKM-F PRMK, menghendaki adanya ruangan khusus tersendiri dan terpisah karena rasanya kurang etis jika alat-alat ibadah yang digunakan berpindah-pindah, juga berkaitan dengan tata cara ibadah antara PRMK dan PMK yang berbeda. Menanggapi hal tersebut, perwakilan UKM-F PMK, Claverina, juga menginginkan adanya ruangan khusus untuk menyimpan alat-alat musik yang digunakan untuk ibadah agar dapat mengefisiensi waktu.

 

Adapun permasalahan keperpustakaan ialah belum tersedianya fasilitas yang memudahkan mahasiswa dalam mengakses buku atau jurnal secara online. Sistem yang diselenggarakan saat ini dianggap terlalu kompleks sehingga sulit dimengerti oleh mahasiswa. Oleh sebab itu, mahasiswa FH Undip melalui FORKESMA 1.0 menyampaikan keinginan adanya perbaikan sistem serta sosialisasi secara rinci tentang bagaimana cara menggunakan jurnal online agar mahasiswa dapat memanfaatkannya secara lebih optimal.

 

Diskusi diakhiri dengan pembahasan mengenai permasalahan dalam bimbingan konseling. Selama ini, bimbingan konseling masih ditangani oleh dosen wali. Peserta forum berpendapat bahwa diperlukan kerjasama dengan tenaga ahli melalui Badan Konseling Mahasiswa Fakultas (BKMF) ataupun dengan pihak lain seperti tenaga kesehatan di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) dan fasilitas Kita Teman Cerita (KTC) Undip. Hal ini ditujukan agar mahasiswa dapat berkonsultasi mengenai kesehatan mentalnya baik untuk permasalah akademik maupun non akademik dengan tenaga ahli yang berpengalaman.

 

Reporter: Atmakeno Daniswara

Penulis: Faustina Filia Endah Ratri Febyani

Editor: Vanya Jasmine

Sumber gambar: Dokumentasi Pribadi Reporter