gemakeadilan.com –
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum Universitas
Diponegoro (FH Undip) telah melaksanakan program kerja In House Training (IHT)
pada Sabtu-Minggu (5-6/11) di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM, Srondol Kulon,
Kecamatan Banyumanik, Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yakni
mahasiswa FH Undip calon anggota Gema Keadilan (GK) yang berasal dari angkatan
2021 dan 2022 serta panitia. IHT 2022 juga menghadirkan dua orang pembicara
yaitu Triyanto Triwikromo, wartawan Suara Merdeka, dan Baihaqi, jurnalis Jateng
Today.
In House Training adalah
Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang merupakan salah satu program
kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Gema Keadilan, sekaligus
menjadi gerbang awal calon anggota untuk mendapatkan pelatihan mengenai
pengetahuan dasar dalam bidang jurnalistik. Dalam kegiatan IHT 2022 yang
mengangkat tema “Menilik Para Jurnalis Muda di Era Digital”, para peserta
dibekali dengan materi serta penugasan tentang reportase, cara menulis sebuah
berita, serta etika yang perlu dimiliki oleh seorang jurnalis. Setelah materi
oleh pembicara, peserta diberikan penugasan kelompok yaitu mewawancarai anggota
Badan Pengurus Harian (BPH) Gema Keadilan dan penugasan individu yaitu menulis
berita seputar pelaksanaan IHT 2022. Kegiatan pun dimeriahkan dengan berbagai
sesi games dan Pentas Seni.
Dalam pelaksanaannya,
In House Training 2022 memiliki perbedaan dengan tahun sebelumnya, lantaran
pelaksanaannya dilakukan secara luring. Atas perbedaan dari mekanisme
penyelenggaraan dari daring ke luring ini, Adriel Benedict selaku Kepala Divisi
PSDM dalam wawancara yang dilaksanakan pada Sabtu (5/11) mengatakan bahwa ada
beberapa tantangan yang dihadapi oleh Gema Keadilan. Salah satu di antaranya
yaitu para panitia belum pernah melaksanakan IHT secara luring, yang berarti
terdapat kekurangan dari gambaran tentang perubahan pelaksanaan dari tahun
sebelumnya. Kemudian ditambah dengan Gema Keadilan tahun ini memiliki banyak
program kerja, yang menambah kesulitan dalam penentuan waktu pelaksanaannya.
Terlepas dari tantangan yang ada dalam pelaksanaan IHT secara offline, Adriel menyatakan bahwa dirinya
optimis mampu menyukseskan acara IHT 2022. Ia juga menegaskan bahwa dirinya
serta Badan Pengurus Harian Gema Keadilan yang lain tidak segan untuk turun
secara langsung dalam mengawasi proses berjalannya kegiatan IHT.
“Kalo dari aku pribadi sebagai tim divisi PSDM yang bertanggung
jawab atas acara ini, aku mengupayakan terjun langsung ke setiap divisi di IHT.
Padahal sebelumnya itu bukan tugasku untuk terjun langsung karena aku sebagai
dewan pengarah ya, tetapi karena dari
temen-temen insight mungkin masih kecil jadi aku turun langsung. Begitu juga
aku meminta bantuan dari Badan Pengurus Harian Gema Keadilan yang lain untuk
meminta tolong agar turun langsung membantu dan membimbing,” ujar Adriel.
Mengenai partisipasi
anggota Gema Keadilan dalam pelaksanaan IHT, Adriel mengatakan bahwa meskipun
program kerja IHT merupakan tugas dari divisi PSDM, IHT tetap mengikutsertakan
anggota Gema Keadilan dari seluruh divisi. Hal ini dikarenakan IHT adalah salah
satu program kerja terbesar di LPM Gema Keadilan sehingga membutuhkan banyak
sumber daya manusia. “IHT ini merupakan proker yang gede, bisa dibilang paling besar kedua di Gema Keadilan. Jadi untuk
menjalankan proker yang besar ini, kita perlu sumber daya yang banyak juga.
Jadi itulah kenapa semua divisi itu terlibat di IHT ini,” jelasnya.
Penulis : Aliv Izzul Haq, Jeremia
James Santoso
Editor : Vanya Jasmine
Sumber Gambar : Dokumentasi Panitia IHT 2022