gemakeadilan.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Diponegoro
Orchestra menyelenggarakan Konser Tahunan yang diselenggarakan di Gedung Prof.
Soedarto S.H, Kampus Universitas Diponegoro, Tembalang pada Sabtu (17/9). Konser Tahunan bertemakan “Tribute to the Dearest (TRUST)” ini adalah konser tahunan ketiga Diponegoro Orchestra serta yang pertama kali dihelat sejak kembalinya kegiatan perkuliahan secara tatap muka di
kampus Undip.
“Yang terakhir
tahun lalu (2021),
itu online. Terakhir offline banget itu tahun 2019. Itu yang pertama.
Status kami masih BSO (Badan Semi Otonom, red.)” jelas Anto, Pelatih Diponegoro Orchestra.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Angkatan 2018 itu
mengatakan, persiapan pelaksanaan konser mencapai waktu enam bulan, mulai dari
akhir Februari sampai awal Maret. “(Persiapan) mulai dari, pertama, latihan, terus juga penyelesaian
lagu-lagu, pemain-pemain siapa saja yang akan tampil. Terus kayak kemungkinan-kemungkinan, pagi
seperti apa, karena Februari itu masih (masa penyebaran virus) omnikron,
begitu,” sebut Anto.
Acara konser mulai dibuka pada pukul 17.00 WIB untuk pendaftaran peserta, berlanjut sampai pukul 19.30 yang mana terlambat setengah jam dari jadwal. Acara diawali oleh permainan
lagu Indonesia Raya dan dilanjut oleh Mars Universitas Diponegoro. Kemudian, acara
diselangi dengan sambutan-sambutan oleh Pembina, Ketua, serta Pelatih
Diponegoro Orchestra, sebelum masuk ke acara inti yaitu pembawaan lagu-lagu.
Pembawaan lagu dibagi ke dalam dua sesi yakni pada sesi
pertama, Diponegoro Orchestra menampilkan:
-
Cinta,
karangan Chrisye, dimainkan oleh Pranastya Iqbal, Rama Arya, Rizky Bagaskara,
Benaya Mahottama, serta Hervino Hilman;
-
START,
karangan DEPAPEPE, dimainkan oleh Pranastya Iqbal, Rama Arya, Rizki Bagaskara,
Benaya Mahottama, serta Hervino Hilman;
-
I Belong to You, karangan Madeline Abigail dan Raden Alif, lagu asli dari
anggota Diponegoro Orchestra, dimainkan oleh Raden Alif, Jonathan Benjamin,
Jessy Chaterine, Rizky Bagaskara, Benaya Mahottama, Revata Dharani, dan Hervino
Hilman;
-
Can’t Help Falling in Love with You, karangan George Davis Weiss, dkk., dimainkan
oleh Revata Dharani, Alessandro Piero, serta Leonardus Nunduaji;
-
A Whole New World, karangan Alan Menkien dan Tim Rice, dimainkan oleh Gemilang
Idea, Slysess Merryl, Albirra Humaira, serta Rahmadinia Salmaa;
-
Blue Bird, dimainkan oleh Raissa Kamini dalam penampilan solo piano.
Sesi pertama dilanjutkan dengan istirahat selama dua puluh
menit, mulai dari pukul 20.30. Adapun
sesi kedua berisi penampilan
orkestra lengkap. Pada paruh pertama, lagu-lagu dipimpin oleh Konduktor
Jonathan Mishael. Lagu-lagu yang dimainkan adalah:
-
Air – Water Music, dikarang oleh G. F. Handel dan disusun oleh Farah Amalia;
-
Moon River, dikarang oleh Johhny Mercer dan disusun oleh Aisyah Zahra;
-
Cloud Smiles, dikarang oleh Nobuo Uematsu untuk Final Fantasy VII, disusun oleh Mario Septianto.
Pada paruh kedua, lagu-lagu dipimpin oleh Konduktor Aisyah
Zahra, dengan permainan lagu:
-
A Million Dreams Medley, dikarang oleh Benj Pasek dan Justin Paul
sebagai soundtrack film The Greatest Showman, disusun oleh Mario
Septianto; serta
-
All You Need is Love, karangan Lennon-McCartney untuk The Beatles, disusun oleh
Jonathan Mishael.
Konser diakhiri oleh Encore
(penampilan kejutan), yaitu Stay With
Me, karangan Miki Matsubara. Penampilan ini dimainkan dua kali atas
permintaan penonton. Acara pun
selesai pada pukul 22.30. Ketua Diponegoro Orchestra, Alessandro Piero, mengaku puas
atas penampilan yang mereka bawakan.
“Buat aku, ini jauh melebihi (ekspetasi)
karena dari latihan kemarin-kemarin sudah sangat bagus, dan tadi
sudah sangat, sangat, sangat lebih bagus lagi dari latihan. Mungkin karena
terpacu adrenalin, terpacu nervous-nervous
tadi, jadi kita main lebih mantep”, sebut
mahasiswa Teknik Kimia itu. Respons
dari penonton juga baik. “Menurut saya, penampilan orkestra ini adalah suatu
suasana yang baru. Untuk mahasiswa sendiri, dunia orkestra itu, kayaknya masih kurang, begitu,” sebut
Rafi, mahasiswa Fakultas Teknik yang ikut menonton.
Reporter: Witra Surawinata, Muhammad Ridho
Penulis: Witra Surawinata
Editor: Vanya Jasmine